Bidang Study-1. Case Study: Pembelajaran Matematika SMP

HAL YANG BIASA KENAPA TIDAK BISA?

Oleh: Sarifuddin, S.Pd

Pada hari senin tanggal 11 Januari 2010 Pukul 07.00 saya berangkat ke sekolah dengan tujuan seperti biasanya menyampaikan pembelajaran kepada anak didik saya dengan harapan proses pembelajaran yang akan saya sampaikan nanti dapat berjalan dengan baik dan siswa-siswaku  dapat menerima dan memahami  materi yang akan saya berikan. Sesampai di sekolah tepat pada pukul 07.15 sambil menunggu waktu masuk pukul 07.30 saya mempersiapkan segala kebutuhan dalam pembelajaran berupa jangka, penggarispanjang dan model lingkaran.

Tepat pukul 07.30 saya meninggalkan ruang guru menuju kelas VIII-2. Saya masuk kekelas sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Serentak anak-anak menjawab “Wa’alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh.” Kemudian saya menanyakan khabar mereka. Merekapun serentak menjawab.Pada hari itu adalah pertemuan kedua saya mengajar dikelas VIII-2 untuk semester Genap tahun pelajaran 2009/2010. Materi yang saya sampaikan adalah “KELILING LINGKARAN”. Setelah saya mengecek kehadiran dan kesiapan mereka barulah saya memulai pembelajaran dengan mengumpulkan tugas yang saya berikan pada pertemuan yang lalu. Setelah itu saya mulai masuk pada pelajaran berikutnya tentang KELILING LINGKARAN, pertama saya menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu setelah pembelajaran selesai diharapkan kalian dapat menentukan nilai , rumus keliling lingkaran serta dapat menyelaikan masalah sehari-hari.

Saya membahas kembali tentang tugas yang telah mereka kerjakan yaitu menentukan nilai perbandingan antara keliling dan panjang diameter dari berbagai ukuran lingkaran untuk menemukan nilai . Dari hasil kerja mereka  rata-rata menunjukan hasil yang baik jika dibulatkan sampai dua decimal maka menunjukan angka 3,14 yang walaupun masih ada beberapa anak yang hasil kerjanya masih jauh dari angka 3,14 dikarenakan kurang cermat dalam mengukur. Kesimpulan hasil dari tugas mereka yaitu nilai perbandingan antara keliling lingkaran (K) dengan panjang diameternya (d) dari berbagai ukuran lingkaran adalah sama (tetap), yaitu 3,14 (dibulatkan dua angka decimal). Jadi nilai perbandingan tersebut dinyatakan dengan . Sehingga   .

Dari pernyataan  akan diperoleh K = .

K =  merupakan rumus keliling lingkaran dengan K = keliling lingkaran, d = panjang diameter lingkaran, r = panjang jari-jari lingkaran dan .

Kemudian saya memberikan beberapa contoh soal yang menyangkut dengan keliling lingkaran, dengan metode Tanya jawab saya membahas untuk menghitung keliling lingkaran dengan menggunakan kedua rumus diatas, anak-anakpun antusias memperhatikan penjelasan saya. Saya bertanya “apakah anak-anak sudah mengerti?” Mereka serentak menjawab “mengerti pak”. Saya sangat senang mendengar jawaban dari anak-anak ternyata mereka sangat konsentrasi mengikuti penjelasan saya.

Selanjutnya saya mengatur tempat duduk menurut kelompok yang sudah dibentuk yang terdiri dari empat orang perkelompok. Kemudian saya bagikan LKS yang isinya beberapa soal menyangkut tentang keliling lingkaran yang variatif dari soal sederhana sampai dengan soal pemecahan masalah. Saya berkeliling melihat anak-anak mengerjakan LKS tersebut sambil memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan, sementara kelompok yang lain masih didominasi oleh orang-orang tertentu, dan sesekali saya menghimbau agar anggota kelompok berperan aktif dalam diskusi. Setelah saya rasa waktunya sudah cukup, selanjutnya saya minta kepada perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya kepapan tulis, kemudian kelompok yang lain memberikan tanggapan. Hati saya sangat senang melihat hasil pekerjaan mereka yang walaupun tiap-tiap perwakilan kelompok belum dapat mengerjakan dengan tepat namun setelah diberikan tanggapan oleh kelompok lain akhirnya soal tersebut dapat diselesaikan dengan benar. Dibalik rasa senang saya terselip juga rasa kecewa karena yang mewakili kelompok mengerjakan kepapan tulis maupun yang memberi tanggapan adalah orang-orang itu saja.

Selanjutnya untuk mengetes kemampuan mereka saya berikan sebuah soal untuk dikerjakan secara perorangan. Setelah beberapa saat saya minta kepada siswa yang sudah selesai untuk dapat mengerjakan kepapan tulis, namun tidak ada satupun dari mereka yang maju. Kemudian saya tunjukan satu orang mengerjakan kepapan tulis, namun pekerjaan anak tersebut terhenti ditengah proses setelah menghadapi pembagian bilangan. Kemudian anak tersebut saya suruh duduk dan saya tunjukan siswa lain untuk menggantinya. Lagi-lagi saya terkejut dengan hasil bagi yang salah. Saya mencoba lemparkan soal tersebut kepada siswa yang lain, lagi-lagi tidak ada yang menanggapinya. Kemudian saya berkeliling memeriksa pekerjaan mereka alangkah terkejutnya saya ternyata mereka kurang terampil dan tidak memahami konsep pembagian terutama pembagian pada bilangan pecahan baik itu pecahan biasa maupun pecahan decimal. Kemudian saya menjelaskan penyelesaian dari soal tersebut. Dan saya ingatkan kembali tentang konsep pembagian dari sembarang bilangan, baik bilangan bulat, pecahan biasa maupun pecahan decimal.

Pada akhirnya saya memberikan soal-soal sebagai pekerjaan rumah. Sebelum saya mengakhiri pembelajaran pada hari itu saya berpesan pada mereka agar selalu belajar dengan memperbanyak latihan, karena dengan memperbanyak latihan maka kita akan lebih mahir dan terampil.

Dalam hati saya bertanya, operasional dalam matematika termasuk  pembagian merupakan hal yang biasa, kenapa tidak bisa ?. Saya berharap pada pertemuan-pertemuan yang akan datang dalam pembelajaran konsep operasional dapat dipahami terutama pada pembagian.

PTK BIDANG STUDI-2

IDENTIFIKASI MASALAH

Oleh: Sarifuddin, S.Pd

Masalah yang muncul dalam Pembelajaran Masalah Pembelajaran yang dipilih untuk diangkat sebagai PTK Analisis Masalah (kemungkinan penyebab masalah) Alternatif solusi
1. Siswa masih kurang memahami konsep dasar materi pelajaran

2. Siswa fasip tidak termotivasi

3. Siswa tidak menguasai konsep operasional matematika

4. Siswa tidal terampil menyelesaikan soal

4. Sebagian besar siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru

5. Siswa tidak berani bertanya

6. Siswa kurang motivasi dalam pembelajaran

7. Prestasi belajar siswa kurang dari 50%

7. Prestasi belajar siswa kurang dari 50% 1. Siswa kurang termotivasi

2. Metode pembelajaran kurang tepat

3. Siswa tidak aktif dalam kerja kelompok

4. Guru banyak berceramah dan monoton

5. Hasil Tes formatif kurang dari 50%

Penggunaan pola latihan berjenjang

RUMUSAN MASALAH:

Bagaimnakah Penggunaan Pola Latihan Berjenjang dalam Pembelajaran Keliling dan Luas Lingkaran dapat meningkatkan Prestasi Belajar Siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Utan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s