SUARA REDAKSI

Drs.Solihin

Drs.Solihin

Oleh : Pendiri dan Pembina Redaksi

”Bangkit dari kebodohan Hati Nurani”

Pembaca yang budiman, dalam ulasan Suara Redaksi edisi kali ini mencoba memulung realitas pemikiran yang terserak tentang makna dari sebuah kebangkitan.”Bangkit dari kebodohan Hati Nurani”
Dalam rentang waktu terakhir ini, banyak sekali peristiwa yang terjadi didepan mata kita, peringatan hari kartini, peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang telah kita rayakan,sebagai anak bangsa yang pintar berterima kasih kepada pendahulunya, apakah yang telah dapat kita maknai dari semua peringatan itu ? ataukah hanya seremonial belaka ? Mari kita bertanya kepada Hati Nurani dan pemikiran yang jernih,sementara usia Merah Putih sudah semakin renta namun bangsa pertiwi ini rasanya semakin jauh dari cita-cita,begitu banyak hal-hal yang tidak wajar terjadi didepan mata kita disegala ruang dan waktu tempat bergulirnya Usia bangsa yang tercinta ini.

Tak ayal dunia pendidikan,Dunia tempat kita saat ini sedang mengukir cita-cita ikut terkoyak-koyak.Lihatlah perilaku yang dipertontonkan oleh pelajar dan Mahasiswa kita,Harrasmen Seksual,Narkoba,Anarkisme antar kelompok,dan lain-lain perilaku yang tidak lagi mencerminkan diri sebagai masyarakat terdidik.Apalagi sekarang menjelang pengumuman hasil UAN,mereka merayakannya dengan Eforia yang berlebih-lebihan bahkan sampai mengganggu ketenteraman orang lain.Inikah cermin Generasi masa Depan? Dalam hal ini siapakah yang pantas disalahkan? Sekolah dan Guru?

Jawaban diatas kedengarannya sudah klasik dan membosankan.Mari kita kembali kepada diri masing-masing.Sadarlah bahwa Generasi kita saat ini sedang dijangkiti oleh penyakit “Sich Community”,mereka telah menjadi bagian dari masyarakat yang sedang sakit lantaran terhimpit oleh derasnya arus kehidupan Global,ditambah lagi begitu banyak pertengkaran untuk memperebutkan sebuah kepentingan dinegeri yang tercinta ini sebut saja peristiwa berdarah Tanjung Priuk misalnya yang masih segar melekat dalam ingatan kita ,yang celaka adalah yang tidak tahu apa-apa.Bodoh atau dibodohi ?

Suarasiswa,ibarat suara dari dalam tempurung kelapa,tak didengar oleh telinga hati nurani yang tuli dengan bahasa kami,tak terbaca oleh mata nurani yang buta akan makna aksara cita-cita kami.Namun kami akan terus merangkai mimpi,merajut masa depan meski dengan teori-teori sederhana ,mengerti tentang hitam dan putih karena dunia kami adalah dunia Edukasi yang tak mengenal Eksploitasi kecuali Eksplorasi.

Pembaca Budiman yang terhormat, lepas dari itu semua,kami ingin bercermin dari realitas yang kami pulung yang terserak disekitar kami,bagi kami makna dari sebuah kebangkitan adalah Berubah kearah yang lebih baik (Minazzulumaati ilannur),sedangkan Kebodohan bukanlah buta aksara atau buta angka tetapi Dangkal intelektual dan Miskin Moral,hanya mereka yang cerdas Hati Nuraninya yang mampu bangkit dari kebodohan ini (ihin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s