PUISI-PUISI

SAHABAT SEJATI

Sahabat …………..

Dirimu bagai pualam emas

Hatimu bag awan putih dilangit utara   Meski gerimis, jadi pelangi tempat

Bidadari berkaca usai mandi

Sahabat …………..

Tak ada ingatku tanpa hadirmu

Disaat aku enggan atau tidak

Kau dekap kesedihanku

Kau usir keluh kesahku

Hingga aku jadi congkak dengan

Persahabatan kita

Sahabat …………..

Asaku tumbuh jadi bunga teratai

Diberanda hati….

Aku tak ingin menjadi debu

Ketika nafas angin menghempasnya

Aku tak ingin pergi tanpa Kau

Karena kita adalah sahabat sejati…

Rosmala Dewi

Kelas 8-1

“SORE DIDEPAN RUMAH”

Nyala Rokok Bapakku baru dua isap

dahaga atau lapar ?

Memanggang napas dengan asap

Menggenggam kenikmatan sesaat

Hayat merapat pada tapal batas

Persinggahan………

Jantungnya semakin luka….

Merintih kepanasan

dalam debar yang karam……..

Dada mengerang sesak…

Puntung ditangan dibuang dalam

selokan …jadi sampah…

Pengemas resah ……

Sebentar lagi senja akan tiba…

Jejak langkah waktu masih

tertinggal didepan rumah…

Kita semakin dekat ke pintu ajal….

Teater Biru

SMPN 1 Utan

“KETIKA KAMU SAKIT”

Aku bagai terasing dalam duniaku….

Mengikuti alur rasa yang tak bisa kumengerti

Merana dalam kesendirian

Menikmati hari tanpa kamu

aku bagai berkereta tanpa roda

Menyusuri gurun – gurun sunyi

Menenteng segenggam rindu

agar kamu cepat sembuh ….

Ofi- Kelas IX

“RINDUKU BUATMU TUHAN”

Saat mengeja namaMU Tuhan

Kau lihat bibirku gemetar

AsmaMU terlalu agung bagi hamba

Aku hanya segumpal tanah hitam

Kau tiup nafas kehidupan

Pada kerajaan Bumi

Kau gelari hamba khalifah

Setan dan Iblis jadi serakah

Kau tuntun hidup hamba dengan

Rahmat dan rahimMU

Andai air laut hamba jadikan pena

Belum cukup buat menghitung

karuniaMU ……..

Mustahil hamba akan berpaling

Dari sujud ……..

Saat menyebut namaMU Tuhan

Kau dengar suaraku yang parau

Kubisikkan namaMU dalam tasbih

Rinduku kadang berurai air mata

Kukayuh perahu iman lebih laju

Arungi telaga RahmatMU

Agar aku sampai pada tepian ma’rifah

Kucari diriMU pada setiap ruang dan waktu

Ternyata Kau lebih dekat dari urat leherku

Biarkan aku rebah dalam pelukan maafMu Tuhan..

Teater Biru

SMPN 1 Utan

“AKU,KAMU DAN PUISI”

Entahlah………

Aku orang yang keberapa

yang menapaki jejak kunang-kunang

ke bukit berdebu………

Merajut rindu,mengharap bulan jatuh

dipangkuan ……

Paruh-paruh waktu mematuk-matuk

tubuhku………..

Aku semakin lelah……

Kaukah yang melintas dalam mimpi

Sambil menggenggam sebutir rindu

Kau selalu menanti….diantara malam

dan bulan mati……

Semakin tak kukenal dirimu….

dalam bayang yang semakin ghaib…

Puisiku adalah mata jiwaku yang tajam

yang bercerita tentang seribu luka…

tentang hati yang perih ditikam diam…

Puisiku adalah bait-bait syahdu…

Menjadi halaman tempat tinggalku……

Teater Biru

SMPN 1 Utan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s